Harga
Mobil Bekas :
Masalah
“Keberengsekan”
Orang sudah memperhatiakn bahwa
mobil baru yang turun nilainya secara drastis pada tahun pertama pengguanaannya
merupakan para konsumen lebih suka dengan model dan gaya yang baru dan bersedia
membayar mahal untuk model yang muktahir dalam segala hal. Profesor George Akerlof, dari Universitas California,
menuraika satu uraian yang lain berdasarkan dalil bahwa utilitas (faedah) yang
diharapkan dari mobil yang berusia setahun yang dibeli di pasar mobil bekas, akan lebih rendah dari utilitas
rata-rata mobil berusia setahun. Camkan teori berikut ini.
Setia model khusus mobil-mobil tahun
tertentu akan mencakup proporsi “mobil brengsek” tertentu, yait mobil yang
mempuyai satu cacat berat atau ebih. Para pembeli mobl- mobil baru dan model
tertentu menghadapi kemungkinan mobil mereka merupakan “mobil brengsek”. Mereka
yang sial dan membeli mobil semacam itu cenderung menjualnya kembali, sedangkan
mereka yang mujur membeli mobil yang kualitasnya bagus. Oleh karena itu, di pasar mobil bekas akan
terdapat “mobil brengsek” denga jumlah yang besar. Demikian pula, tidak semua mobil dikendara
dengan cara yang sama. Mobil yang sering dipakai beoergia jarak jauh atau
dipakai di jalan yang kondisinya buruk akan lebih bayak diperdagangkan atau
dijual sebagai mobil bekas. Mobil yang dipakai di jalan-jalan bagus, di pasar
mobil bekas jumlahnya lebih sedikit.
Jadi para pembel mobil bekas segera
saja mengesampingkan mobil-mobil yang bermutu rendah. Lainhalnya dengan para
penjual, mereka segera menemkan alasan untuk menyebutkannya sebagai mobil
bermutu tinggi (“pemiliknya seorang dokter wanita yang hanya memakainya hanya
pada hari minggu”) karena sangat sulit menemukan mana yang mobil brengsek
sebelum membelinya, pembeli hanya bersedia membeli mobil bekas dengan harga
yang cukup rndah untuk mengmbangi resiko kemungkinan membeli mobil bekas yang bermutu
rendah.
Ini merupakan reaksi konsumen yang
rasional terhadap ketidakpastian dan barangkal
menjelaskan mengapa mobil-mobil yang berusia setahun biasanya dijual
lebih rendah dari pada nilai mobil itu menurut perhitungan penyusutan fisik
setahun ntuk rata-rata mobil dengan model sejenis. Penjualan dengan harga yang
jauh lebih rendah itu mencerminkan dengan utilitas yang lebih rendah yang dapat
diperkirakan pembeli mobil bekas karena tinggi kemungkinannya bahwa mobil itu
termasu “mobil brengsek”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar