Sabtu, 07 Desember 2013

Jaminan Kedudukan Tetap Melalui Pasar Ekonomi atau Pasar Politik ?

Pasanga muda yang mengawali rumah tangga dengan harapan pendaatan rata-rata dihadapkan pada pilihan besar : meyewa atau membeli rumah, mereka harus membayar hipotek dalam jumlah besar yang akan sangat mengurangi pendapatan mereka yang tersedia untuk untuk dibelanjakan pada semua barang  konsumsi lain. Sebagai imbalannya, mereka aka beruntung jika tinggal di daerah yang berkembang dimana nilai rumah mereka meningkat. Kedua, bia hpotek lunas, mereka mendapatka jaminan kedudukan tetap di rumah mereka seumur hidup.
          Jika pasangan tersebut memutuskan untuk menyewa rumah, mereka akan memiliki lebih banyak uang saat ini untuk pengeluaran selain untuk  perumahan. Namun, mereka tidak akan memperoleh keuntungan dari kenaikan rumah setempat, dan merek tidak akan memiliki jaminan kedudukan yang tetap. Jika beruntung, kota mereka tidak akan berkembang terlalu pesat dan mereka akan meghadapi biaya persewahan yang naik dengan cepat. Jika ini tejadi belakangan yang terjadi dalam hidu mereka, mungkin saja mereka terusir ari daerah dimana mereka tinggal selama berpuluh tahun karena mereka tidak lagi sanggup membayar harga pasar untuk tinggal di sana.
          Keputusan ini banyak dalam Trade-off antara konsumsi sekarang dan onsumsi masa datang yang orang hadapi sepanjang hidup. Orang yang menabung  akan memiliki sedikit untuk konsumsi sekarang, tetapi akan menikmati konsumi yang lebih besar di masa yang akan datang. Sebagai perbandingan, orag yang tidak menabung tetapi konsumsi lebih besar untuk masa sekarang, akan terpaksa konsumsi lebih sedikit di masa mendatang dalam hidu mereka.
          Ketika pertumbuhan pesat suatu daerah menyebabka orang yang memilih untuk konsumsi lebih bayak dari pada awal hidup mereka menghadapi sewa yang naik dengan pesat balakangan dalam hidup mereka, mereka pun sering barpaling ke arena politik untuk mendapatkan jaminan kedudukan tetap yang mereka tidak bersedia bayakan ada awal hidup mereka. Mereka engajukan petisi ke balai kota  atau DPR untuk elakukan pengendalian guna menahan sewa sampai pada tingkat dimana mereka sanggup membayar. Jika berhasil, merekapun mendapatkan kue mereka dan memaannya pula. Mereka mempunyai standar hidup yang lebih tinggi keuika mereka muda, kaena mereka memilih untuk menyewa dan mereka memiliki jaminan kedudukan tetap denga harga mrah belakangan dalam hidup mereka karena adanya pengendalian harga sewa.
          Masalah dengan pemecahan ini adalah bahwa hanya generasi pertama dari penyewa yang memperoleh keuntungan dengan pasti. Generasi berikutnya akan mendapatkan akomodasi sewa akan semakin sulit didapat karena pengendalian yang efektif mengurangi penawaran perumahan sewa

          Ilmu ekonomi tidak dapat menyatakan etentang moralitas campur tanga pemerintah tang dirancang guna melindungi sementara orang dari akibat keputusan ekonomi yang mereka buat pada awal hidup mereka. Naun, ilmu ekonomi dapat menganalisis akibat dari perbuatan itu. Camur tangan seperti ini tidak akan terjadi tanpa biaya ekonomi. Orang yang diberi “kue” perumahan mereka melalui pengendalian sewa, setelah memilih untuk memakannya terlebih dahulu dengan menyewa ketimbang membeli, memperoleh keuntungan dengan mengorbankan orang lain : pemlik gedung, yang menerima sewa lebih rendah, kota, yang menderita semua akibat dari penyusutan penawaran perumahan sewa;  dan generasi masa datang ang merupakan calon penyewa, yang tidak dapan akomodasi sewa yang memadai dengan harga berapapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar