Jaminan Kedudukan Tetap Melalui
Pasar Ekonomi atau Pasar Politik ?
Pasanga
muda yang mengawali rumah tangga dengan harapan pendaatan rata-rata dihadapkan
pada pilihan besar : meyewa atau membeli rumah, mereka harus membayar hipotek
dalam jumlah besar yang akan sangat mengurangi pendapatan mereka yang tersedia
untuk untuk dibelanjakan pada semua barang konsumsi lain. Sebagai imbalannya, mereka aka
beruntung jika tinggal di daerah yang berkembang dimana nilai rumah mereka meningkat.
Kedua, bia hpotek lunas, mereka mendapatka jaminan kedudukan tetap di rumah
mereka seumur hidup.
Jika pasangan tersebut memutuskan
untuk menyewa rumah, mereka akan memiliki lebih banyak uang saat ini untuk pengeluaran
selain untuk perumahan. Namun, mereka
tidak akan memperoleh keuntungan dari kenaikan rumah setempat, dan merek tidak
akan memiliki jaminan kedudukan yang tetap. Jika beruntung, kota mereka tidak
akan berkembang terlalu pesat dan mereka akan meghadapi biaya persewahan yang
naik dengan cepat. Jika ini tejadi belakangan yang terjadi dalam hidu mereka,
mungkin saja mereka terusir ari daerah dimana mereka tinggal selama berpuluh
tahun karena mereka tidak lagi sanggup membayar harga pasar untuk tinggal di sana.
Keputusan ini banyak dalam Trade-off antara konsumsi sekarang dan
onsumsi masa datang yang orang hadapi sepanjang hidup. Orang yang menabung akan memiliki sedikit untuk konsumsi sekarang,
tetapi akan menikmati konsumi yang lebih besar di masa yang akan datang. Sebagai
perbandingan, orag yang tidak menabung tetapi konsumsi lebih besar untuk masa
sekarang, akan terpaksa konsumsi lebih sedikit di masa mendatang dalam hidu
mereka.
Ketika pertumbuhan pesat suatu daerah menyebabka
orang yang memilih untuk konsumsi lebih bayak dari pada awal hidup mereka
menghadapi sewa yang naik dengan pesat balakangan dalam hidup mereka, mereka
pun sering barpaling ke arena politik untuk mendapatkan jaminan kedudukan tetap
yang mereka tidak bersedia bayakan ada awal hidup mereka. Mereka engajukan
petisi ke balai kota atau DPR untuk
elakukan pengendalian guna menahan sewa sampai pada tingkat dimana mereka
sanggup membayar. Jika berhasil, merekapun mendapatkan kue mereka dan memaannya
pula. Mereka mempunyai standar hidup yang lebih tinggi keuika mereka muda,
kaena mereka memilih untuk menyewa dan mereka memiliki jaminan kedudukan tetap
denga harga mrah belakangan dalam hidup mereka karena adanya pengendalian harga
sewa.
Masalah dengan pemecahan ini adalah
bahwa hanya generasi pertama dari penyewa yang memperoleh keuntungan dengan pasti.
Generasi berikutnya akan mendapatkan akomodasi sewa akan semakin sulit didapat
karena pengendalian yang efektif mengurangi penawaran perumahan sewa
Ilmu ekonomi tidak dapat menyatakan
etentang moralitas campur tanga pemerintah tang dirancang guna melindungi
sementara orang dari akibat keputusan ekonomi yang mereka buat pada awal hidup
mereka. Naun, ilmu ekonomi dapat menganalisis akibat dari perbuatan itu. Camur tangan
seperti ini tidak akan terjadi tanpa biaya ekonomi. Orang yang diberi “kue”
perumahan mereka melalui pengendalian sewa, setelah memilih untuk memakannya
terlebih dahulu dengan menyewa ketimbang membeli, memperoleh keuntungan dengan
mengorbankan orang lain : pemlik gedung, yang menerima sewa lebih rendah, kota,
yang menderita semua akibat dari penyusutan penawaran perumahan sewa; dan generasi masa datang ang merupakan calon
penyewa, yang tidak dapan akomodasi sewa yang memadai dengan harga berapapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar